Setelah Santri yang Ke-1000 …

893 kali dibaca

Pada Jumat, 3 Juni 2022, sekitar pukul 17.25 WIB, terdeteksi ada seseorang membuat akun untuk menjadi penulis/kontrobutor duniasantri.co. Namanya Siva Rasthavania Putri. Di dalam keterangannya, ia tercatat sebagai mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Siapa pun dia, bagi jejaring duniasantri atau duniasantri.co, Siva Rasthavania Putri akan menjadi nama yang “istimewa”. Sebab, di rekaman digital website duniasantri.co, nama Siva Rasthavania Putri tercatat sebagai penulis/kontributor yang ke-1000!

Advertisements

Seribu! Itulah jumlah penulis/kontributor duniasantri.co yang terekam per 3 Juni 2022, ketika dua bulan lagi usia duniasantri genap tiga tahun. Memang, tidak semua dari 1000 orang tersebut tergolong aktif menulis untuk laman duniasantri. Sebab, memang ada yang sama sekali belum pernah mengirimkan tulisan atau tulisan yang terkirim tidak dimuat. Namun, setiap dari 1000 orang tersebut pasti memiliki nawaitu untuk menggairahkan budaya literasi melalui duniasantri.co, entah sebagai penulis atau pembaca. Keberadaan setiap orang selalu punya arti tersendiri.

Baca juga:   Bantuan Terus Mengalir ke Pondok Blokagung, Santri Mulai Sembuh dari Covid-19

Seribu! Tentu saja ini bukan sekadar angka. Pertama, ini menggambarkan bahwa animo kaum santri, orang-orang pesantren, begitu tinggi pada dunia literasi. Kedua, angka ini juga menggambarkan bahwa kaum santri, orang-orang pesantren, tak hendak hanya diposisikan sebagai konsumen dalam dunia literasi, dalam lalu lintas jejaring informasi di era kini. Lebih dari itu, kaum santri, orang-orang pesantren, juga hendak memposisikan diri sebagai produsen dan mewarnai dunia literasi masa kini.

Data yang mengikuti capaian 1000 penulis/kontributor duniasantri.co ini membuktikannya. Dalam rekaman digital web duniasantri.co, misalnya, per 3 Juni 2022 ini tercatat hampir 4000 naskah karya santri yang terkirim. Persisnya 3.979 naskah atau tulisan. Dari jumlah itu, yang telah diterbitkan mencapai 2.466. Genre tulisannya juga sangat beragam, mulai dari berita, opini, cerpen, puisi, dan lain sebagainya —sesuai dengan ragam rubrikasi yang tersedia.

Baca juga:   Halal Bihalal Bani Qary Bersama KH Ali Rifqi Abdullah

Angka-angka itu menunjukkan bahwa kaum santri, orang-orang pesantren, ini memiliki produktivitas dan daya kreativitas yang tinggi di dunia literasi, khususnya di bidang kepenulisan. Mungkin jika diukur dengan standar tertentu, ribuan karya tulis itu belum mencapai tingkat kualitas yang diharapkan. Namun, dengan standar yang telah ditetapkan oleh duniasantri.co, karya-karya para santri tersebut memang layak untuk menjadi konsumsi publik.

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

One Reply to “Setelah Santri yang Ke-1000 …”

Tinggalkan Balasan