Seabad NU, Lesbumi-LTN NU Pameran Komite Hijaz

961 kali dibaca

Memeriahkan perayaan satu abad kelahiran Nahdlatul Ulama (NU), Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) PBNU akan menggelar Pameran Komite Hijaz. Pameran akan digelar di dua tempat secara bersamaan, yaitu di Hotel Shangri-La Surabaya dan Pendopo Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Ahad-Senin (5-6/2/2023).

Menurut Ketua Lesbumi PBNU KH Jadul Maula, pameran ini dilakukan untuk memperkuat kesejarahan NU sekaligus membuka jalan khidmah NU di abad keduanya. “Dalam rangka peringatan 1 abad NU ini, pameran foto dan dokumen Komite Hijaz bisa menjadi penanda dan tonggak historisnya,” katanya kemarin.

Advertisements

“Ini untuk menjadi bagian dari upaya menguatkan kembali ikatan dan dasar historis, sekaligus ungkapan syukur dan penghargaan kepada para ulama muassis Jam’iyyah NU atas khidmah mereka bagi agama, bangsa, dan dunia,” lanjut Kiai Jadul.

Pameran Komite Hijaz ini, imbuh Kiai Jadul, dapat memberikan pengetahuan dan inspirasi untuk perjuangan NU di abad kedua dan seterusnya. “Bagi generasi sekarang, yang jauh dari generasi para muassis (pendiri), pameran ini juga bisa menjadi sumber pengetahuan dan inspirasi bagi pengembangan khidmah ke-NU-an di abad mendatang,” jelasnya.

Sebab, jelas Kiai Jadul, Komite Hijaz merupakan pintu pembuka gerakan NU di awal pendiriannya sehingga sangat erat hubungan keduanya. “Bisa disebut Komite Hijaz ini merupakan program internasional-unggulan pertama Jam’iyyah NU, bahkan sekaligus menjadi trigger pendirian Jam’iyyah NU itu sendiri,” ujarnya.

Kiai Jadul juga menjelaskan, di dalam dokumen terbitan SNO tahun 1928, diceritakan ketika para ulama, kiai pesantren, bermaksud mengirimkan sendiri delegasi ke Makkah mengikuti Kongres Dunia Islam tahun 1926, disadari perlunya suatu organisasi resmi sebagai pengirim utusan yang akan menjadi payung hukum/dasar legalitas utusan.

“Yang kemudian disebut Komite Hijaz itu. Jadi sangat historis,” terang Pengasuh Pondok Pesantren Kaliopak, Yogyakarta itu.

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan