duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Panggil Aku Gus Parit… (2)

Selesai lulus dari Madrasah Aliyah, aku dan Gus Parit, atas inisiasinya, mendaftar di salah satu perguruan tinggi swasta di Malang, Jawa Timur. Kami mengambil jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Baca Juga:   Kang Jam di Antara Dua Alfiyah

Gus Parit pun tetap pada karakteristiknya, tertawa dan belajar menertawakan hidup. Kami ngekos dengan lima orang dari rantau. Pengalaman hidup selalu berkesan jika dekat dengan Gus Parit. Selalu berserempetan dengan tawa. Allah memang Maha Adil. Menciptakan manusia bernama Parit untuk membuat orang yang dekat bisa tertawa. Subhanallah.

Advertisements
Cak Tarno

Masuk kuliah pertama Parit sudah membuat gaduh. Saat dosen bertanya, “Muhammad Parit Lukito?”

Baca Juga:   Pawai Kendaraan Hias Pesantren Al Hamid

“Hadir, Pak!” Parit menjawab panggilan dosen.

“Benar ejaannya? Pe-A-eR-I-Te, Parit pakai Te nggak pakai D?”

“Benar, Pak!”

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan