PADA IBU PERTIWI

HARI MERDEKA

Perbuatan baik apa yang telah kita lakukan,
sehingga dianugerahi merdeka sebegini bebasnya?

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Pangeran kerajaan mana yang telah kita bantu,
sehingga dihampari lautan sebegini mutu?

Pada hujan surga mana yang kita tadah,
sehingga disuguhkan alam sebegini indah?

Sambil senyum-senyum kita berbisik sendiri,

“Kasihan. Ternyata ada yang masih buta,
kalau ini semua hanyalah titipan semata.”

PADA IBU PERTIWI

Ibu, bangkitlah!

Anak-anakmu butuh sarapan
Sawahmu perlu ditanami
Sumurmu perlu dibersihkan
Membasuh perih luka kami

Ibu, bangunlah!

Baca Juga:   BELAJAR MENIMANG KESEDIHAN

Jangan engkau terlelap dongeng sendiri
Jangan engkau resapi syair-syair mati

Anak-anak itu, rindu pada belaian
yang sudah lama sekali tak kau berikan

Ibu kami, Ibu Pertiwi.

Lelahkah engkau, Ibu?
Maka berbaringlah di sisi kami
Istirahatlah sebentar, menikmati masa tuamu

Tapi jangan tinggalkan kami, ya, Bu?

Negeri ini terlalu rapuh dan berdosa,
untuk kehilangan sosok sesuci dirimu.

TOH BUNG KARNO SUDAH MATI
: Penikam di Istana

aku laut dan kau elang yang rakus,
akulah mata air dan kau penimba yang selalu haus

Baca Juga:   SEMESTA BERTASBIH

“Tunggu, Tuan. Apakah Tuhan tahu?”

bendera kita kini sama merahnya
bernoda darah dicabik amarah
aku serius, Bung. Lihatlah!

“Tunggu, Tuan. Apakah Tuhan tahu?”

mata airmu adalah air mata mereka
air tanahmu adalah tanah air mereka,
dan rumah megahmu adalah pakaian kami
pun sepatu mahalmu adalah makanan kami,

“Maka izinkanlah kami, Tuan.
Untuk bersimpuh dihadapanmu.
Mengais buah butir sarapan,
di bekas kaki dan jejak sepatumu.”

serta nanti kalau kami mati,

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan