duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Oleh-oleh Buat Mamak

Bapak tinggal berdua sama mamak. Kami anak-anaknya merantau semua. Aku ke Aceh. Dua abangku ke Merauke. Sungguh jarak yang jauh di mata. Tapi hati kami tetap terasa seatap. Tiap saat kami saling menelepon, atau video call.

Baca Juga:   Santri Telat

“Apa kabar Mak?” sapaku melalui VC.

Advertisements
Cak Tarno

“Baek-baek saja. Alhamdulillah,” jawabnya di seberang sana. Kulihat di belakang mamak, bapak sedang mengaji. Sejuk sekali melihatnya.

“Apa kabar kau, Din?” kakakku yang di Merauke menyahut.

“Baik Bang. Abang sendiri?” tanyaku. Dia tak menyahut. Gambarnya tak jelas.

“Bang Jono kehilangan sinyal Mak,” tukasku, memberi tahu mamak.

Baca Juga:   Jariyah Terakhir Legenda Tawa

“Apa kau bilang, Din? Masak Joni ditinggal istrinya lagi?”

Kening kami mengkerut, kebingungan memahami ucapan mamak. Tapi tiba-tiba Bang Andre terbahak-bahak.

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan