duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Marnoklopedia

Kang Marno selama satu dasawarsa lebih menekuni hal berbau kepustakaan. Menjadi pedagang toko buku satu-satunya yang masih tetap berdiri, setelah took-toko buku lainnya gulung tikar atau beralih haluan menjadi warkop wifi.

Baca Juga:   Bila Pesantren Jadi Primadona di Negeri Orang

Rupanya, toko buku Kang Marno menantang cyberdigital, era ­e-book online, melawan kemegahan toko-toko buku besar yang menjulang pongah. Ataupun, penerbit “indie” yang memasarkan sendiri bukunya dengan metode swasembada. Tulis sendiri, terbitkan dengan dana pribadi, hingga marketing dan distribusi pun secara mandiri. Mungkin yang terakhir, menjadi alasan kontaminasi idealis penulis dengan karya yang komersil.

Advertisements
Cak Tarno

Kang Marno hanya seorang lulusan sekolah menengah pertama. Namun, ketekunannya dalam membaca buku yang ia jajakan membuatnya berpengetahuan luas, melebihi sarjana cum laude sekalipun. Inilah keuntungan penjual buku, bisa membaca buku secara gratis dari penerbit yang memberinya “tester” buku, sebelum dinilai layak jual oleh Kang Marno.

Baca Juga:   Sepenggal Kisah Putri Tukang Becak

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Comments

There is 1 comment for this article

Tinggalkan Balasan