Makna Menziarahi Makam Sunan Giri

479 kali dibaca

Sebagai bagian warga Gresik, saya merasakan bahwa keberadaan makam para wali memikat hasrat para pengunjung untuk datang berziarah. Makam Sunan Giri, misalnya, salah seorang Wali Songo dan pendiri kerajaan Kedaton yang berdiri di desa Giri, kecamatan Kebomas, kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Secara historis, Sunan Giri merupakan anak dari mubaligh berasal dari Asia Tengah bernama Maulana Ishaq yang dituturkan menikah dengan putri tunggal dari Menak Sembayu (Penguasa Blambangan), yaitu Dewi Sekardadu. Sungguh memilukan, oleh kakeknya kelahiran Sunan Giri dianggap membawa kutukan berupa wabah penyakit. Akhirnya, secara diam-diam Menak Sembayu menghanyutkan Sunan Giri dengan peti ke laut.

Advertisements

Banyaknya cerita simpang siur tentang perjalanan Sunan Giri menjadikan kepastian mengenai sejarahnya perlu kita telisik lagi. Intinya, kita bisa mengetahui beragam cerita yang dituliskan pada berbagai sumber. Yang kemudian dapat kita simpulkan bahwa Sunan Giri merupakan tokoh yang berpengaruh terhadap masuknya ajaran agama Islam di wilayah Gresik.

Baca juga:   Akar Kultural-Teologis Riyadhoh dalam Tradisi Pesantren

Beranjak dari hal yang dianggap kontroversi, ada satu sejarah yang dipercaya dan diterima kalangan masyarakat. Singkatnya, Sunan Giri atau yang diberi julukan “Joko Samudro” disuruh ibu angkatnya untuk mencari ilmu agama kepada Sunan Ampel. Tak lama menimba ilmu di Ampeldenta, sang guru mengetahui identitas asli Joko Samudro. Kemudian, Sunan Ampel menyuruhnya untuk menimba ilmu ke Mekkah, dengan syarat harus menemui Maulana Ishaq di Pasai.

Baca juga:   Tuduhan Bidah yang Bikin Resah

Dari sini kita akan mengerti, bahwa siasat Sunan Ampel untuk mempertemukan Sunan Giri dengan ayahnya membuahkan hasil. Maulana Ishaq memerintahkan Sunan Giri untuk mendirikan pesantren di Jawa dengan dibekali segumpal tanah sebagai contoh tanah di tempat yang diinginkannya. Pada akhirnya, didirikalah sebuah pesantren bernama Giri yang memiliki arti “gunung” di daerah kecamatan Kebomas pada tahun 1487 M.

Pesantren Giri tersebutlah, yang kemudian dijadikan Sunan Giri sebagai tempat mensyiarkan Islam. Agama Islam mulai dikenal berbagai kalangan masyarakat di wilayah Jawa dan memiliki pengaruh sampai ke berbagai wilayah di Indonesia.

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan