Kenapa Harus Aswaja

Kehadiran buku kecil ini datang di saat-saat yang tepat karena hadir dalam konteks di mana menyambung sanad agaknya kurang begitu diperhatikan akhir-akhir ini. Banyak orang-orang sudah melupakan guru yang pertama kali mengajarkan alif sampai ya’ dan lebih memilih ustaz-ustaz yang tiba-tiba muncul di layar kaca (medsos).

Penulis mengutip pesan gurunya yang berpesan agar memelihara ilmu yang dipelajari dari gurunya. Ibarat kunci, ilmu adalah kunci dan murid adalah pemegangnya. Oleh karena itu, tidak memasuki suatu rumah kecuali melalui pintunya. Siapa saja yang memasuki rumah tidak melalui pintunya, maka pencurilah yang namanya (hal. 19).

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Menariknya, penyampaiannya bahasa dalam buku ini sangat sederhana tetapi memberikan kontribusi yang cukup besar bagi yang belum pernah menemui beberapa kajian buku yang sama-sama meneliti NU. Kehadiran buku ini menjadi penting untuk dibaca. Selain memang buku ini membantu generasi NU yang berkeinginan hendak mengetahui kiprah dan dinamika perjuangan NU dan para tokohnya, yang sangat mendesak hemat kami adalah penulisnya dapat merekam langsung hal-hal penting saat NU mau didirikan hingga pasca berdirinya. Karenanya, Yusuf Suharto, editor buku ini, mengaku merasa penting untuk mencetak kembali buku ini. Selamat membaca. (*).

Baca Juga:   Ilusi Negara Islam; Ekspansi Gerakan Islam Transnasional

Data Buku

Judul Buku          : Nahdlatul Ulama Penegak Panji Ahlussunah Wal Jamaah
Penulis                : KH. M. Hasyim Latif
Penerbit              : Muara Progresif
Tahun Terbit        : 2019
Tebal                   : xiv+138 halaman
ISBN                   : 978-602-50207-9-7

Tinggalkan Balasan