Kemenangan Taliban dari Perspektif Indonesia

813 kali dibaca

Pemerintah Afghanistan tidak bisa berbuat banyak ketika militer Amerika Serikat dan North Atlantic Treaty Organization (NATO) ditarik mundur. Pemerintah Afghanistan sendiri tidak punya kuasa memaksa Amerika Serikat dan NATO untuk membantu mengawal keamanan di negaranya secara terus menerus.

Penarikan pasukan militer dan segala infrastruktur pendukung pun dilakukan dengan sistematis dan cepat, karena agaknya Amerika Serikat dan NATO sudah sangat kepayahan menginjakkan kaki di Afghanistan. Implikasinya, Taliban dengan cepat menguasai distrik-distrik di Afghanistan yang ditinggalkan tentara AS dan NATO. Dan, per tanggal 15 Agustus Taliban berhasil menduduki istana Kepresidenan Afghanistan di ibu kota Kabul.

Advertisements

Pasca pendudukan istana, Taliban pun mengumumkan klaim kemenangan perang Afghanistan. Pengamat gepolitik, Faizal Assegaf, menjelaskan pers Taliban dalam wawancaranya di salah satu kanal tv nasional, juru bicara Taliban Mohammad Naeem, memastikan transisi pemerintahan dari pemerintah Afghanistan kepada Taliban akan berlansung secara damai. Lebih lanjut, Taliban akan mengedepankan pendekatan humanisme kepada seluruh entitas yang ada di Afghanistan. Hal ini menurut Faisal Assegaf sebenarnya antara mengagetkan dan tidak.

Hal tersebut dikarenakan pernyataan pers yang dilakukan oleh Taliban sarat akan motif, yakni Taliban berusaha mencari posisi di antara komunitas regional dan internasional. Telisiknya, Taliban ingin menggambarkan dan memuwujudkan kedamaian guna mendapatkan dukungan dan simpati dari komunitas regional dan internasional, mengingat pada masa pemerintahanya tahun 1990-an hingga 2000-an, pendekatan militer yang digunakan Taliban malah menjadikan Afghanistan kacau balau, dan tentunya respons negatif-keras kepada Taliban dari komunitas regional dan internasional.

Tidak berbeda jauh dengan Faizal Assegaf, Dina Sulaeman, pakar geopolitik Timur Tengah yang juga guru besar Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran, mengutip juru bicara Taliban: “Taliban berjanji akan menegosiasikan bentuk pemerintahan mendatang. Taliban juga tidak akan melakukan balas dendam terhadap musuh-musuhnya. Termasuk, Taliban menegaskan bahwa perempuan akan diberikan ruang untuk beraktivitas, bekerja, dan mendapatkan pendidikan.”

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan