KADO DARI NERAKA

MISALKAN KAU LAHIR DI AFSHONA

/1/
“Begini, Bung. Misalkan kau lahir di Afshona”

Advertisements
Cak Tarno

Aku ingin hidup seperti Ibnu Sina
menulis sesuatu pertama lalu dibanggakan di mana-mana

Aku ingin hidup seperti Ibnu Sina, Yasamin!
mengarang ilmu ajaib lalu padaku dunia bercermin

/2/
“Begini, Bung. Misalkan kau lahir di Afshona”

Menumpahkan tinta pada lembaran-lembaran tengah malam
Belajar sulapan mengajari mantra menyembuhkan orang
Lihat pintunya datang pemuda linglung dari antah berantah

Abu Ali menyeringai, tertawa,
“begitulah sakitnya cinta, begitulah sakitnya cinta”

/3/
“Tetapi, Bung. Kau tidak lahir di Afshona”

Baca Juga:   Karomah Mbah Kholil (1): Pencuri pun Jadi Patung

Persetan mantra ilmu gaib
Persetan mahiat nubuat

Aku bahkan masih bisa hidup dalam kurungan
menulis sesuatu pertama dalam hening malam

/4/
Juni mengantar kita ke cinta paling mungkin
padahal kita belum tahu-tahu amat soal cinta

Kita berenang di antara wajah pemburu bahagia
dan cinta-cinta yang tersakiti
Kita jelajah gelisah di antara kisah pelacur hingga pendekar yang merengek minta disembuhkan

Lalu kugenggam tangan-Mu di pengujung waktu

Kucuri cium-Mu di langit berbulan merah
dan lalu lalang orang berjubah hitam

Baca Juga:   AIR MATA ILALANG

/5/
“Misalkan aku tidak lahir di Afshona”

Cinta kita tidak akan menari di akhir Juni,
hanya terus berharap-bertahan hingga hari penghabisan nanti.

 
KADO DARI NERAKA
: serpihan bom di halaman gereja

Yang paling seram adalah
engkau yang mengancam
dengan sebilah api dan sepotong neraka
kepada kami yang dirantai dosa

Ranum godaan kesurgawian
tipu muslihat kebahagiaan
melelapkan kami ke dalam
kelam angan kebodohan

Maka tepat setelah ajal menjemput kami
hantu teriakan menggandeng sambaran api
gemuruh penyesalan mengguncang seisi hati

menangisi perbuatan sendiri:

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan