Jelajah Pondok di Sumatra (3): Wetonan dan Sorogan ala Nabundong

156 kali dibaca

Setelah beberapa tulisan mengenai Jelajah Pondok di Sumatra dibuat, saya melihat ada jejak tokoh penting yang dapat menjadi penyambung jejaring kepesantrenan di Tapanuli Selatan atau paling tidak di Padang Lawas Utara dan Selatan. Tokoh tersebut adalah Syekh Ahmad Daud Siregar. Setelah mendirikan pondok parsulukan, kemudian ia mendirikan pondok pesantren.

Pola yang sama setidaknya menurun pada muridnya, KH Abdullah Harahap yang mendirikan Pondok Pesantren Nurul Falah di Panompuan. Barangkali juga berlaku di pondok pesantren lain, yang juga akan kita bahas selanjutnya, yaitu pesantren warisan Syekh Ahmad Daud Siregar tersebut terbelah menjadi dua, yaitu Pondok Lama Darul Ulum dan Pondok Baru Syekh Ahmad Daud An Naqsabandi dan Pondok Pesantren Almukhtariyah Sunagi Dua Portibi.

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Kali ini kita akan secara khusu membahas Pondok Baru yang nampaknya lebih condong untuk mempertahankan metode lama yang diwariskan Tuan Nabundong.

Sepeninggal Syekh Ahmad Daud Siregar yang lebih dikenal sebagai Tuan Nabundong memang terjadi perpecahan di dalam tubuh Pesantren Darul Ulum. Anak tertua Syekh Ahmad Daud mewarisi Pondok Pesantren Darul Ulum yang kemudian dikenal sebagai Pondok Nabundong Lama. Anak tertua Tuan Nabundong tersebut adalah H Baharuddin Siregar. Ia merupakan lulusan pesantren modern Padang Panjang Sumatra Barat.

Sementara adiknya, Syekh Usman Ahmad Siregar, membangun sendiri pondok pesantren yang secara ide lebih dekat pada cita-cita ayahnya. Paling tidak, cita-cita tersebut dapat dilihat dari pilihan nama yang Syekh Usman Ahmad Siregar lakukan, yaitu Pesantren Syekh Ahmad Daud An-Naqsabandi. Paling tidak Nama Syekh Ahmad Daud dan An-Naqsabandi muncul sebagai perhatian khas bagi saya.

Sejauh pengamatan dan pembacaan yang saya lakukan, para pembelajar dari Tapanuli Selatan (Angkola-Mandailing) yang berangkat menuntut ilmu ke Makkah-Madinah, termasuk Syekh Ahmad Daud, tidak hanya membawa bekal ilmu fikih melainkan juga membawa serta ajaran tasawuf. Sebagaimana kita bahas sebelumnya, sepulang dari Arab, Tuan Nabundong mendirikan persulukan tarekat An-Naqsabandi di Nabundong Batang Onang Padang Lawas Utara Sumatra Utara.

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan