Bila Pondok Putri Mati Lampu …

1.017 kali dibaca

Bagi santri putri, membayangkan lampu mati saat sendirian di kamar, apalagi di kamar mandi, sungguh sangat mengerikan. Mungkin hal ini berbeda dengan santri putra. Karena, santri putri sering termakan cerita-cerita misterius, mengerikan, dan hal-hal mistis seputar hantu yang bergentayangan di malam hari.

Cerita tentang gayung yang berjalan sendiri, tentang tangan penuh darah yang memunguti sabun dan sikat gigi, tentang sesosok gadis berambut panjang berwajah pucat di belakang toilet, tentang tangisan bocah di atas genteng saat tengah malam, tentang nenek-nenek yang mandi air kembang di kamar mandi pada malam Jumat, dan cerita-cerita lainnya yang cukup membuat bulu roma bergidik.

Advertisements

Hal itulah yang pernah penulis alami saat mondok dulu. Terutama pada 2002 saat black out (padam total) selama dua hari dua malam di sekitaran Jawa dan Bali. Hampir sama kejadiannya saat black out terjadi pada 1997.

Baca juga:   Gus Miftah dan Berdakwah di Tempat Maksiat

Namun di sisi lain, beberapa santri, terutama yang malas dan nakal merasa senang karena beberapa pelanggaran pondok dapat “berjalan mulus”, dan terbebas dari pengawasan pengurus pondok. Seperti salat sendirian di belakang pintu kamar, alias tanpa berjemaah di musala. Membaca buku pelajaran meski terbalik, tidak akan kelihatan oleh pengurus pendidikan, mendengarkan radio secara sembunyi-sembunyi di pojok emperan dengan menggunakan head set, atau membaca novel-novel percintaan-romantis yang jelas-jelas di larang oleh pondok, bermain kartu remi dan domino, atau telat bangun subuh dan pura-pura membaca koran yang ada di depan kantor pesantren, cukup membuat mereka tersenyum lebar.

Baca juga:   Reaktualisasi Jihad Santri Melalui Medan Virtual

Seringnya padam lampu pada waktu itu membuat kami sudah terbiasa dengan sinar lilin, dan ternyata cukup menyenangkan saat ada kebijakan kelonggaran peraturan. Seperti bolehnya tidak salat berjemaah karena harus menimba air untuk berwudhu, mandi dan mencuci di sumur, yang cukup membuat tangan kami lecet-lecet. Kami pun tidak peduli dengan kabar di koran bahwa pemerintah dibuat kalang kabut dan menyatroni pihak PLN yang membuat negara dan beberapa perusahaan BUMN besar sekelas Pertamina serta perbankan rugi hingga miliaran rupiah.

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

One Reply to “Bila Pondok Putri Mati Lampu …”

Tinggalkan Balasan